Skip to: main navigation | content

|
Paradigma baru pengelolaan pendidikan tinggi seiring dengan lahirnya PP 61 tahun 1999 tentang otonomi perguruan tinggi (PT), telah melahirkan berbagai pergeseran sistem manajemen internal PT. PP 61 tahun 1999 lahir dari keinginan untuk meningkatkan pelaksanaan sistem desentralisasi PT, khususnya bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pengambilan berbagai kebijakan pendidikan tinggi pada saat ini relatif terpusat di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), berikutnya secara bertahap akan diberikan kepada masing-masing PT. Hal tersebut akan memberikan keleluasaan yang lebih tinggi bagi pimpinan PT untuk mengatur pemanfaatan sumberdaya yang dimilikinya sesuai dengan visi dan misi PT yang bersangkutan. Konsekuensi ini melahirkan perlunya sistem untuk mensinergikan segala sumberdaya yang ada, sehingga akan meningkatkan derajat penyatuan sumberdaya atau semacam sentralisasi pada tingkat internal PT untuk mengoptimalisasi pemanfaatan sumberdaya. Berdasarkan hal tersebut, ada lima indikator kunci kinerja yang harus memenuhi standar Melihat kenyataan yang ada pada saat ini penyelenggaraan Pendidikan di Universitas Padjadjaran khususnya tentang pengelolaan jadwal kuliah dan pengaturan penggunaan ruang perkuliahan/praktikum serta tuntutan kebutuhan data untuk membuat laporan yang harus dikerjakan setiap akhir semester maka dibutuhkan suatu sistem software yang dapat mengolah database roster jadwal perkuliahan/praktikum secara dinamis. Dengan diluncurkannya website "http://rooster.unpad.ac.id" diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Program Studi, Jurusan dan Fakultas terutama untuk membuat laporan Self Assessment, Lakip serta mahasiswa dapat melihat jadwal perkuliahan/praktikum di website Universitas Padjadjaran. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||